Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre <p><img style="display: block; float: left; margin: 0px 5px 5px 0px;" src="https://journal.aptifi.org/public/site/images/aptifi/sampu1---copy.jpg" width="100" /></p> <table> <tbody> <tr> <td valign="top">Journal title</td> <td valign="top"><strong>Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education (IJOPRE)</strong></td> </tr> <tr> <td valign="top">Initials</td> <td valign="top"><strong>IJOPRE </strong></td> </tr> <tr> <td valign="top">Abbreviation </td> <td valign="top"><strong>physiotherapists, IJOPRE</strong></td> </tr> <tr> <td valign="top">Frequency</td> <td valign="top"><strong>2 issues per year</strong></td> </tr> <tr> <td valign="top">DOI</td> <td valign="top"><strong>-</strong></td> </tr> <tr> <td valign="top">Print ISSN</td> <td valign="top"><a title="ISSN Cetak Ijopre" href="http://u.lipi.go.id/1610425204" target="_blank" rel="noopener"><strong>2774-6658</strong></a></td> </tr> <tr> <td valign="top">Online ISSN</td> <td valign="top"><a title="ISSN Online Ijopre" href="http://u.lipi.go.id/1610425421" target="_blank" rel="noopener"><strong>2774-8847</strong></a></td> </tr> <tr> <td valign="top">Editor in Chief </td> <td valign="top"><a title="Dr. Umi Budi Rahayu, S.St. FT., M.Kes" href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;user=ehtF3hYAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Umi Budi Rahayu</a></td> </tr> <tr> <td valign="top">Managing Editor </td> <td valign="top"><a title="Yudi Hardianto, S.Ft., Physio, MClinRehab" href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;user=PT8XnbMAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Yudi Hardianto</a></td> </tr> <tr> <td valign="top">Publisher </td> <td valign="top"><a title="Asosiasi Pendidikan Tinggi Fisioterapi Indonesia" href="https://aptifi.org" target="_blank" rel="noopener">Asosiasi Pendidikan Tinggi Fisioterapi Indonesia (APTIFI)</a> </td> </tr> <tr> <td valign="top">OAI Journal</td> <td valign="top"><a title="Ijopre OAI" href="https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/oai?verb=Identify" target="_blank" rel="noopener">https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/oai</a> </td> </tr> <tr> <td style="text-align: justify;" colspan="2" valign="top"><hr />Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education (IJOPRE) bertujuan untuk mewadahi penelitian fisioterapi Indonesia baik dalam bidang pelayanan maupun pendidikan sehingga dapat dipublikasikan dan dibaca oleh para fisioterapis di seluruh Indonesia sebagai bahan referensi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan fisioterapi di Indonesia.</td> </tr> </tbody> </table> id-ID Journal@aptifi.org (Indah Pramita) manage@aptifi.org (Manager) Kam, 30 Jun 2022 13:07:06 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 A Hubungan Antara Kualitas Tidur dengan Fungsi Kognitif Pada Kelompok Lansia Dharma Sentana Di Desa Batubulan Kangin Kecamatan Sukawati Gianyar https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/38 <p>Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia di Kelompok Lansia Dharma Sentana.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi <em>cross-sectional </em>dengan metode <em>non probability sampling </em>dengan responden sebanyak 50 orang lansia yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi<em>.</em> Penelitian ini menggunakan metode pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI dan pengukuran fungsi kognitif menggunakan kuesioner MMSE. Data yang diperoleh dianalisis dengan perangkat lunak komputer SPSS dengan menggunakan uji <em>somers’d</em>.</p> <p>Hasil: Hasil menunjukkan bahwa di kelompok lansia Dharma Sentana yang berumur 60-90 tahun didapatkan responden dengan kualitas tidur baik pada kategori fungsi kognitif yang normal sebanyak 24 orang, responden yang kualitas tidurnya ringan pada kategori <em>probable</em> gangguan kognitif sebanyak 13 orang, dan responden yang kualitas tidurnya sedang kategori <em>definite</em> gangguan kognitif sebanyak 1 orang. &nbsp;</p> <p>Kesimpulan: Didapatkan hasil <em>p </em>sebesar 0,000, (p&lt;0,05) ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia di Kelompok Lansia Dharma Sentana.</p> Yoga Paramadiva Hak Cipta (c) 2022 Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/38 Kam, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000 bahasa indonesia KESEIMBANGAN DINAMIS TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA LANSIA DENGAN OSTEOARTHRITIS GENU DI PUSKESMAS TEGALLALANG https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/40 <p>Tujuan: tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keseimbangan dinamis terhadap aktivitas fungsional pada lansia dengan osteoarthritis genu.Metode: rancangan penelitian menggunakan metode cross-sectional study yang dilakukan pada bulan Maret tahun 2021 dengan populasi seluruh lansia dengan osteoarthritis genu di Puskesmas Tegallalang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dan didapatkan 35 sampel lansia dengan osteoarthritis genu. Pengukuran keseimbangan dinamis menggunakan timed up and go test (TUGT), sedangkan aktivitas fungsional dinilai dengan kuisioner western ontario and mcMaster universities osteoarthritis index (WOMAC). Data dianalisis dengan software komputer yaitu dengan uji somers’d test untuk mengetahui hubungan keseimbangan dinamis terhadap aktivitas fungsional.Hasil: hasil analisis hubungan keseimbangan dinamis terhadap aktivitas fungsional pada lansia dengan osteoarthritis genu mengunakan uji somers’d test, didapatkan hasil nilai p=0,000 (p&lt;0,05).</p> <p>Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara keseimbangan dinamis terhadap aktivitas fungsional pada lansia dengan <em>osteoarthritis genu.</em></p> luh putu suprabawati Hak Cipta (c) 2022 Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/40 Kam, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000 KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT SWASTA DI SURABAYA https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/51 <p>Tujuan: <u>Perawat merupakan profesi kesehatan yang terbanyak di rumah sakit. Dalam melaksanakan aktivitasnya, perawat seringkali tidak memperhatikan hal- hal penting yang menjadi faktor risiko terjadi penyakit akibat kerja. Penyebab dari banyaknya kasus keluhan muskuloskeletal pada perawat umumnya dikarenakan seringnya melakukan gerakan yang dipaksakan, postur tubuh yang tidak ergonomis, gerakan yang berulang-ulang, termasuk mengangkan beban pasien yang berat, postur membungkuk, membengkok, memutar, berdiri terlalu lama, dan menjaga posisi tubuh yang statis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keluhan akibat Muskuloskelatal disorder pada perawat di rumah sakit swasta Surabaya agar dapat menentukan penanganan yang sesuai</u></p> <p><u>Metode: </u><u>Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan menggunakan metode <em>Nordic Body Map </em>dilakukan dengan menggunakan kuesioner.</u></p> <p><u>Hasil: </u></p> <p><u>Kesimpulan: Sebanyak 82,5% responden memiliki risiko rendah mengalami keluhan muskuloskeletal&nbsp;&nbsp; dan berisiko Muskuloskeletal&nbsp;&nbsp; Disorder</u></p> Anastasia Martha Hak Cipta (c) 2022 Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/51 Kam, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS DIABETIC FOOT ULCER DI RUMAH LUKA SURABAYA (SIDOARJO) https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/58 <p>Latar Belakang: Diabetic foot ulcer (DFU) sebagai komplikasi utama dari diabetes mellitus, disebabkan oleh <br>beberapa faktor risiko, seperti neuropati, penyakit arteri perifer, faktor sistem imun, atau trauma eksternal <br>maupun internal yang terjadi berulang sehingga menimbulkan infeksi hingga terbentuknya ulkus. DFU yang <br>tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi lebih lanjut, seperti perubahan struktur kaki, termasuk <br>penurunan fleksibilitas dan mobilitas sendi pergelangan kaki. Sehingga dibutuhkan pendekatan secara <br>multidisiplin, salah satu diantaranya adalah fisioterapi. Dengan pemberian intervensi fisioterapi berupa terapi <br>latihan serta edukasi, akan meningkatkan kualitas hidup individu dengan DFU.<br>Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian fisioterapi pada kasus diabetic foot ulcer di Rumah Luka <br>Surabaya (Sidoarjo).<br>Studi Kasus: Pasien dengan nama Ny. M berusia 54 tahun memiliki riwayat diabetes mellitus dengan kondisi <br>sekarang diabetic foot ulcer datang ke Rumah Luka Surabaya (RLS) untuk melakukan perawatan luka diabetes. <br>Pasien mengeluhkan adanya bengkak pada pergelangan kaki kiri sehingga membatasi pergerakan kaki dan <br>pasien merasakan baal di ujung kaki terutama di area luka. Kemudian di lakukan pemeriksaan fisioterapi, <br>didapatkan DFU pada grade IV, dengan adanya oedema, penurunan sensibilitas, penurunan mobilitas sendi <br>ankle, dan parasthesia. Pasien diberikan intervensi fisioterapi dalam bentuk terapi latihan, seperti latihan aktif <br>range of motion (ROM) dan pumping exercise, dan buerger allen’s exercise sebanyak 2 kali, serta diberikan <br>edukasi dan home program selama 2 minggu.<br>Hasil: Setelah diberikan intervensi fisioterapi, terjadi penurunan oedema, peningkatan mobilitas sendi ankle, <br>dan peningkatan kemampuan fungsional pasien dari ketergantungan sedang ke ketergantungan ringan.<br>Kata Kunci: Diabetic foot ulcer, buerger allen’s exercise, fisioterapi.</p> Muthiah Munawwarah Hak Cipta (c) 2022 Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/58 Kam, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000 HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA LANSIA DI BANJAR JASAN, SEBATU, TEGALALANG, GIANYAR https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/39 <p>Tujuan: Penelitian ini untuk membuktikan hubungan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan fungsional pada lanjut usia.</p> <p>Metode: Rancangan peneitian ini adalah cross sectional study yang dilakukan pada bulan April 2021 dengan populasi seluruh lansia di Banjar Jasan, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi,sehingga didapatkan 46 sampel. Pengukuran kekuatan otot menggunakan Leg Dynamometer dan kemampuan fungsional dengan Groningen Activity Restriction Scale (GARS). Data dianalisis dengan software computer yaitu dengan uji pearson untuk mengetahui hubungan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan fungsional.</p> <p>Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 lansia didapatkan hasil analisis hubungan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan fungsional menggunakan uji <em>pearson</em> dengan hasil p sebesar 0,000 (p&lt;0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,883 (r&gt;0,05) yang menunjukkan hubungan sangat kuat.</p> <p>Kesimpulan: Terdapat hubungan sangat kuat antara kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan fungsional pada lanjut usia.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> A.A. Alit Wahyu Sunantara A.A. Alit Wahyu Sunantara Hak Cipta (c) 2022 Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/39 Kam, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000 MANFAAT PELVIC FLOOR MUSCLE TRAINING UNTUK MEMPERBAIKI INKONTINENSIA URIN PADA LANSIA https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/41 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Gangguan buang air kecil atau inkontinensia urin didefinisikan sebagai kondisi seseorang tidak dapat mengontrol buang air kecil. Hal ini terjadi karena menurunnya fungsi kandung kemih dan penurunan otot di sekitar saluran kemih. Prevalensi inkontinensia urin mencapai 20% pada wanita dan meningkat 30% seiring bertambahnya usia (Sohn dkk, 2018). <strong>Tujuan</strong>: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh <em>pelvic floor muscle training</em> terhadap inkontinensia urin . <strong>Metode</strong>: Metode penelitian menggunakan <em>pre-eksperiment</em>, dengan desain <em>pretest-posttest one grup</em>. Populasi sebanyak 42 wanita lansia dari kelompok senam lansia Kota Manggar, dan didapatkan sampel 35 wanita lansia dengan <em>teknik purposive sampling.</em> <strong>Hasil Penelitian:</strong> Data yang diperoleh dilakukan uji statistic non-parametrik untuk uji pengaruh menggunakan uji <em>Wilxocon</em> diperoleh p = 0,000 (p &lt; 0,005). <strong>Kesimpulan:</strong> Ada pengaruh <em>pelvic floor muscle training</em> terhadap inkontinensia urin .</p> <p>Kata kunci : Lansia, Inkontinensia Urin, <em>Pelvic Floor Muscle Training.</em></p> Wahyuni Wahyuni Hak Cipta (c) 2022 Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/41 Kam, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000 PENGARUH JOGGING DENGAN MENGGUNAKAN MASKER MEDIS TERHADAP TINGKAT VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAX) https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/52 <p>ABSTRAK</p> <p>Dalam meminimalkan dampak penyebaran SARS-CoV-2, WHO merekomendasikan pemakaian masker sebagai rangkaian langkah komprehensif. Adanya kekhawatiran yang menyatakan penggunaan masker dapat mempengaruhi sistem kardiopulmonal dengan peningkatan kerja pernafasan yang akan berdampak pada ketahanan aerobik. Ketahanan aerobik dapat dilihat melalui pengukuran Volume Oksigen Maksimal (VO2Max). Salah satu latihan fisik yang diketahui dapat meningkatkan daya tahan atau kebugaran fisik adalah jogging Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jogging dengan menggunakan masker medis terhadap tingkat volume oksigen maksimal (VO2Max). Desain studi ini adalah <em>quasi experiment</em> dengan <em>one group pre and post test</em>. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu dengan 12 kali frekuensi latihan jogging pada 20 orang sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah pria berusia 18-24 tahun. Pengukuran Volume oksigen maksimal menggunakan balke tes. Vo2max sebelum dan sesudah pemberian intervensi jogging adalah 32,4 dan 45,5, hasil bivariat menunjukkan p-Value 0,0005(p&lt;0,05) hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada peningkatan Volume Oksigen Maksimal sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan masker medis pada saat jogging dapat meningkatkan volume oksigen maksimal (VO2Max)&nbsp; pada pria berusia 18-24 tahun.</p> Yelva Febriani Hak Cipta (c) 2022 Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/52 Kam, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Terapi Manual Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Pada Frozen Shoulder : Studi Literatur https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/59 <p><strong>Latar Belakang </strong>: <em>Frozen shoulder</em> atau yang biasa disebut dengan <em>adhesive capsulitis</em> merupakan suatu kondisi nyeri pada bahu dan mengakibatkan adanya keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS). Terapi manual dianggap sebagai salah satu metode efektif yang dapat memulihkan dan memelihara serta meningkatkan lingkup gerak sendi bahu pada kasus frozen shoulder. <strong>Tujuan</strong> : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi manual terhadap lingkup gerak sendi pada frozen shoulder. <strong>Metode</strong> : Jenis penelitian ini berupa studi literatur dengan menggunakan analisis PICOT. <em>Database</em> yang digunakan berjumlah empat antara lain : <em>PubMed</em>, <em>PEDro</em>, <em>Sage Journal</em> dan <em>Google Scholar</em>. Setelah semua jurnal terkumpul dan telah dilakukan cek duplikasi hingga skrinning, dari 1618 jurnal menjadi 10 jurnal yang diterima dan dianalisis. <strong>Hasil</strong> : Pada penelitian studi literatur ini, peneliti telah melakukan pencarian dan seleksi artikel dari 1.618 judul menjadi 10 judul yang termasuk dalam kriteria inklusi dan memenuhi uji kelayakan. Dari sepuluh penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan lingkup gerak sendi pada kasus frozen shoulder. <strong>Kesimpulan </strong>: Penelitian pengaruh terapi manual terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada frozen shoulder telah dilaksanakan dengan menggunakan metode studi literatur mendapatkan sepuluh jurnal yang telah lolos uji skrining dan kelayakan menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada shoulder.</p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: <em>Frozen shoulder</em>, Terapi Manual, Peningkatan Lingkup Gerak Sendi, Studi Literatur</p> Sugiono Sugiono Hak Cipta (c) 2022 Indonesian Journal of Physiotherapy Research and Education https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.aptifi.org/index.php/ijopre/article/view/59 Kam, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000