PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI REKONSTRUKSI ACL KNEE DEXTRA HAMSTRING GRAFT

Penulis

  • Agatha Dilla Maralisa Departemen Fisioterapi, Fakultas Fisioterapi, Universitas Esa Unggul, Jakarta
  • Syahmirza Indra Lesmana Departemen Fisioterapi, Fakultas Fisioterapi, Universitas Esa Unggul, Jakarta

Kata Kunci:

Rekonstruksi ACL, Hamstring Graft, International Knee Documentation Comitee

Abstrak

Latar Belakang Rekonstruksi ACL adalah operasi penggantian ligamen anterior cruciate dengan cangkok jaringan untuk mengembalikan fungsi seperti sebelumnya. kondisi pasca rekonstruksi, penatalaksanaan rehabilistasi dilakukan guna mencegah komplikasi seperti bengkak, deficit ruang lingkup gerak, kelemahan otot, penurunan keseimbangan serta pengembalian kemampuan fungsional lutut. Pada fase pemulian ditemukan adanya kompensasi pada jaringan di sekitar lutut sehingga menyebabkan adanya masalah baru, seperti adanya kondisi jumpers knee. Hal ini banyak ditemukan seiring berjalannya fase pemulihan pasca rekonstruksi ACL hamstring graft.

Case Presentation Pasien memiliki riwayat cedera saat bermain sepak bola pada februari 2019. Satu bulan kemudian  dibawa ke RS Fatmawati dilakukan MRI dengan hasil kerobekan ACL. Kemudian pada tanggal  10 Oktober 2019 dilakukan rekonstruksi ACL dengan graft hamstring di RS Fatmawati. Pasien 1 bulan kemudian melakukan fisioterapi di Klinik Esa Unggul dan telah menjalani terapi selama 3 bulan dan telah memasuki rehabilitasi fase 2. Pasien datang dengan keluhan masih ada sedikit nyeri dibagian bawah lutut serta kemampuan untuk olahraga masih belum ada. Modalitas Ultrasound diaplikasikan pada kondisi jumpers knee guna mengurangi adanya penebalan pada tendon dan meregenerasi jaringan. Terapi latihan yang bertujuan untuk mengulur tendon patella dengan latihan eksentric quadriceps

 

Tujuan Tujuan penulisan laporan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan proses fisioterapi pada gangguan gerak dan fungsi lutut pasca rekonstruksi ACL hamstring graft.

Hasil Pasien memiliki tingkat hasil evaluasi keseluruhan fase 2 yang baik, namun masih memiliki kekuarangan pada kemapuan struktural yang masih kurang yaitu keseimbangan dinamis kekuatan 1 RM tungkai bawah. Adanya peningkatan nilai evaluasi subjektif IKDC (International Knee Documentation Comitee) pre 50% dan post 57% yang artinya kemampuan aktivitas sehari-hari lebih tinggi namun rendah pada kemampuan berolahraga.

Kesimpulan Pemberian modalitas ultrasound dan latihan eccentric quadriceps efektif dalam mengurangi dan mengulur nyeri tendon patella pada kondisi pasca rekonstruksi ACL

Referensi

Bahr,R.andI.Holme(2003).Risk factors for sports injuries a methodological approach.Britishjournalofsportsmedicine37(5):384

Bueno, AM et al (2018). Injury Prevalence Across Sports Descriptive Analysis on a Representative Sample of the Danish Population. Int J Epidemiology, 5:6

Canale S (2007). Campbell’s Operative Orthopaedics. Elsevier

Cerulli, Guillano, Giacomo Placella, Francesco Manfreda (2013). ACL Reconstruction: Choosing the Graft. Joint 1(1) 18-24.

Chan C X, Wong K L, Krishna L (2018). Epidemiology of Patients with Anterior Cuciate Ligament Injuries undergoing reconstruction surgery in a multi-ethnic Asian population. Research in Sport Med, 1-3

Collins NJ et al (2015). Measure of Knee Function.Arthritis Care Res (HONOKEN). 63(0-11):S208-S288

Flandry F, Gabriel Hommel (2011). Normal Biomechanics of the Knee.Sport Med and Arthroscopy Review. 19(2)82-92

Gans, Itai; Julia S Rtzky, Miho J Tanaka (2018 ). Epidemiology of Recurrent Anterior Cruciate Ligament Injuries in National Colligiate Athletic Asscociation Sports: The Injury Surveillance Program, 2004 – 2014. Orth Journal of Sports Medicine

Gammon, M (2014).Anterior Cruciate Ligament Injury. Medscape

Helito CP et al (2013). Anatomy d Histology of the Knee Anterolateral Ligament.Orth J of Sport Med.

Hewison CE et al (2015). Lateral Extra-articular Tenodesis Reduces Rotational Laxity when Combined with Anterior Cruciate Ligament Reconstructions: A Systematic Review of the Literature. Arthroscopy, 31(10):2035

Huang W, et al (2106). Clinical Examination of Anterior Cruciate Ligament Rupture: a systematic Review and Meta-analysis. Acta Ortho Traumatology,-

Lambers, Kai; Daan Ootes; David Ring (2012).Incidence of Patients with Lower Extremity Injuries Presenting to US Emergency Departments by Anatomic Region, Disease Category and Age. Clinincal Orthopaedic and Related Research 470 (1): 284 – 290

Montalvo, AM; Scheineider; Webster KE (2019).Anterior Cruciate Ligament Injury Risk in Sport: a Systematic Review and Meta Analysis of Injury Incidence by Sex and Sport Clasification. J Ath Train, 54(5):472 – 482

Paschos NK, Howell M (2016). Anterior Cruciate Ligament Reconstruction: Principles of Treatment. Sports and Arthroscopy, 1(1)

Sayampanathan AA, et al (2017). Epidemiology of Surgically Managed Anterior Cruciate Ligament Ruptures in a Sport Surgery Practice. J Orthop Surgery,-

Setiawan, Arif (2011).Faktor Timbulnya Cedera Olahraga.Dep of Sport Science UNS. 1(1)

Wiratna, AY (2015). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Post Operative Ruptur Anterior Cruciate Ligamen (ACL) di RS AL. Dr Ramlan Surabaya. FIKES UMS

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-12-29

Terbitan

Bagian

Articles