The relationship between explosive power and running speed in amateur short distance runners

Penulis

  • Muthiah Esa Unggul University
  • Joice Rambu Djadjila Universitas Esa Unggul
  • Syahmirza Indra Lesmana Universitas Esa Unggul
  • Mohamad Reza Hilmy Universitas Esa Unggul

Kata Kunci:

Muscle Explosion, Running Speed, Futsal

Abstrak

Tujuan : Olahraga merupakan sebagai kebutuhan setiap manusia serta memiliki arti yang penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satu olahraga yang paling dekat adalah atletik seperti lari jarak pendek. Lari jarak pendek diperlukan dalam hampir seluruh olahraga khususnya pada olahraga seperti futsal dan sepak bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya ledak terhadap kecepatan lari pada pelari jarak pendek amatir di Klub futsal RAP dalam rentang usia 14-18 tahun. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan tipe studi korelasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Total populasi adalah ± 45 orang dan diambil 30 orang sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur daya ledak otot adalah Standing Broad Jump Test dan untuk mengukur kecepatan lari digunakan 30 Meter Sprint Test. Hasil : Uji korelasi dilakukan menggunakan Spearman-Rank Correlation didapatkan p = 0,036 (p<0,05) dengan r = -0,334 yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara daya ledak otot dengan kecepatan lari dimana semakin besar daya ledak otot semakin kecil nilai kecepatan lari. Rata – rata Daya Ledak Otot sebesar 223,53 dan rata – rata Kecepatan Lari sebesar 3,91. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara daya ledak otot dengan kecepatan lari terutama pada pemain futsal. Hubungan ini memiliki signifikansi lemah dan arah korelasi yang negatif yang berarti semakin besar nilai daya ledak otot semakin kecil nilai kecepatan lari, dimana jika nilai pengukuran kecepatan lari semakin kecil maka kecepatan larinya semakin cepat

Referensi

Athletics, W. (2021). 100 Metres - men - senior - outdoor - 2021. https://www.worldathletics.org/records/toplists/sprints/100- metres/outdoor/men/senior/2021?regionType=world&timing=electronic&windReading=r egular&page=8&bestResultsOnly=true

Chamari, K., & Padulo, J. (2015). ‘Aerobic’ and ‘Anaerobic’ terms used in exercise physiology: a critical terminology reflection. In Sports Medicine - Open (Vol. 1, Issue 1). https://doi.org/10.1186/s40798-015-0012-1

Davis B, et al. (2000). Physical Education and the Study of Sport.

Gay, L. R., & Diehl, P. L. (1992). Research methods for business and management. 679. https://books.google.com/books/about/Research_Methods_for_Business_and_Manage.ht ml?hl=id&id=gilZAAAAYAAJ

Haff, G. G., & Nimphius, S. (2012). Training principles for power. Strength and Conditioning Journal, 34(6), 2–12. https://doi.org/10.1519/SSC.0b013e31826db467

Haff, G. G., Whitley, A., & Potteiger, J. A. (2001). A Brief Review: Explosive Exercises and Sports Performance. Strength and Conditioning Journal, 23(3), 13–20. https://doi.org/10.1519/1533-4295(2001)023<0013:abreea>2.0.co;2

Hede, C. et al. (2011). PE Senior Physical Education For Queensland. Oxford University Press.

Henjilito, R. (2017). Pengaruh Daya Ledak Otot Tungkai, Kecepatan Reaksi dan Motivasi terhadap Kecepatan Lari Jarak Pendek 100 Meter pada Atlet PPLP Provinsi Riau. Journal Sport Area, 2(1), 70–78. https://doi.org/10.25299/sportarea.2017.vol2(1).595

Mero, A., Komi, P. V., & Gregor, R. J. (1992). Biomechanics of Sprint Running: A Review.

Sports Medicine, 13(6), 376–392. https://doi.org/10.2165/00007256-199213060-00002

Taylor, M. (2012). The Conversation. 5 August 2012. https://theconversation.com/lightning- round-why-the-mens-100-metres-is-the-greatest-show-on-earth-8077 Widhiyanti, komang ayu tri. (2016). Masase General Sebagai Pemulihan Pasif Dalam Meningkatkan Kecepatan Lari 100 Meter. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 1, 19– 26.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-12-25

Terbitan

Bagian

Articles